Belajar dari Revolusi Putih di India

- Penulis

Sabtu, 10 Februari 2024 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anak di India sedang menghabiskan segelas susu setiap pagi.
Foto: timesofindia.com

Seorang anak di India sedang menghabiskan segelas susu setiap pagi. Foto: timesofindia.com

ADAKABAR.SITE – Setelah menang dalam Pilkada DKI 2017 dan belum genap sebulan memimpin Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sudah diminta Prabowo Subianto untuk menjalankan revolusi. Kali ini bukan revolusi politik yang menakutkan, tetapi Revolusi Putih yang mendorong peningkatan konsumsi susu di kalangan anak-anak. Prabowo dengan Gerindra-nya beralasan, India dan China sudah menjalankan Revolusi Putih yang membawa dua negara tersebut berhasil meningkatkan gizi penduduknya.

Saya mencoba untuk menilik Revolusi Putih di India. Seperti apa Revolusi Putih di India?

Kata “revolusi” di India erat kaitannya dengan booming produksi pertanian. Sejak sekitar tahun 1960-an, di India ada beberapa revolusi seperti revolusi merah (produksi tomat), revolusi abu-abu (pupuk), revolusi kuning (minyak goreng), revolusi emas (mangga, madu), revolusi perak (telur).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Revolusi Putih atau Operation Flood dicanangkan pemerintah India pada 1970. Konteksnya pada saat itu sebenarnya bukan pada peningkatan konsumsi, melainkan peningkatan produksi susu di dalam negeri.

Sebenarnya jejak Revolusi Putih sudah dirintis pada 1950 oleh Dr Verghese Kuriyen. Doktor di bidang teknik jebolan Michigan State University, Amerika Serikat, ini mendirikan Gujarat Cooperative Milk Marketing Federation (GCMMF) dengan merek susu AMUL (Anand Milk Union Limited).

Kondisi saat itu, harga pangan di India, termasuk susu, sangat fluktuatif karena suburnya pihak ketiga (intermediaries). Dampaknya, konsumen mendapat harga tidak wajar.

Produsen susu dari luar negeri terutama negara-negara Eropa sangat agresif mencaplok pangsa pasar India yang renyah karena populasinya besar.

Kuriyen juga miris melihat kondisi gizi penduduk India, terutama di pedesaan. Saat itu, untuk memenuhi kebutuhan domestik, India masih mengimpor susu.

Inisiatif Kuriyen untuk meningkatkan produksi susu dirintis melalui koperasi. Koperasi menjadi penggerak ekonomi di pedesaan dan memotong jalur distribusi agar petani (pemerah susu) mendapat harga lebih baik ketimbang harga dari pengepul dan konsumen bisa membelinya dengan harga yang kompetitif.

Sejak merdeka dari Inggris pada 1947, gerakan koperasi di India sangat masif demi meningkatkan taraf hidup petani di pedesaan.

Kuriyen memulai Revolusi Putih dari Provinsi Bombay (sekarang bagian dari Gujarat) di India barat. Koperasi mendapat susu segar hasil perahan para petani di desa, kemudian mengolah dan menjual susunya dengan merk AMUL.

Susu AMUL yang produksinya melibatkan ribuan petani mendapat dukungan kuat dari para perangkat desa setempat.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Pada 1970, Perdana Menteri India Lal Bahdur Shastry melalui National Dairy Development Board (NDDB) mencanangkan program Operation Flood atau White Revolution, yaitu program nasional untuk meningkatkan produksi susu. Kuriyen langsung didapuk sebagai ketua program.

Baca Juga :  The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Dengan dukungan dana dari Bank Dunia dan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE), program ini banyak melibatkan ahli terutama di bidang teknologi, sains dan pemasaran. Banyak ahli disebar ke desa-desa untuk meningkatkan produksi dan kualitas susu dari petani.

Koperasi memainkan peran vital sebagai pengumpul susu, penyimpanan, penguji kualitas, pengolah susu (ke berbagai macam produk) dan pemasaran. Program ini diklaim merupakan program susu terbesar di dunia.

Dalam implementasinya, Operation Flood terbagi dalam tiga fase. Pada fase pertama dari 1970 hingga 1980, ada sekitar 18 pusat produksi yang merambah provinsi lain, seperti Uttar Pradesh, Rajasthan, Andhra Pradesh, Punjab, dan Haryana.

Pada tahap ini, produksi melibatkan 13.000 koperasi dengan dan 1,5 juta petani. Jaringan kuat sudah terbangun antara produksi di desa dan pasar di kota-kota besar, seperti New Delhi, Mumbai, Chennai dan Kolkata.

Kini produksi tidak hanya berupa susu segar, tetapi juga sudah diolah menjadi susu bubuk dan mentega.

Pada fase kedua, produksi melibatkan 4,2 juta petani dan 34.500-an koperasi desa. Pada tahap ini, program Revolusi Putih sudah menghasilkan jutaan liter susu per hari dan India sudah tidak perlu impor susu (swasembada).

Pada fase ketiga (1985-1996), gerakan ini semakin ekspansif dengan merambah 150.000 desa di 265 kecamatan (distrik). Dengan melibatkan sekitar 73.000 koperasi dan 93 juta petani, susu yang diperoleh dari petani sekitar 26 juta liter per hari.

Pada tahap ini, program juga memprioritaskan partisipasi wanita di pedesaan sebagai pemerah susu. Jadi semacam ada pembagian tugas, para suami tetap berkerja di sawah atau ladang, sementara wanita/istri menjadi pemerah susu. Perempuan ikut berperan aktif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan.

Revolusi Putih mampu mengubah India dari importir susu menjadi produsen susu terbesar di dunia. Pada awal program tahun 1970, India hanya mampu menghasilkan 22 juta ton susu. Pada tahun 2014-2015, India berhasil memproduksi susu 146,31 juta ton.

Berdasarkan Economic Survey pemerintah India, jumlah produksi susu tersebut menempatkan India sebagai penghasil susu terbesar di dunia dengan menyumbang 18,5 persen dari total produksi susu dunia.

AMUL pun menjadi merek kebanggaan nasional dengan berbagai produk olahan susu, seperti susu segar, susu bubuk, biskuit, keju, cokelat, es krim, yoghurt, dan panir (semacam keju).

Di India, produk AMUL mudah diperoleh dari warung kecil hingga supermarket. Produk AMUL sangat ekspansif yang tidak hanya mendominasi pasar domestik, tetapi juga sudah diekspor ke lebih dari 40 negara dari wilayah Amerika, Timur Tengah, Asia, Australia, hingga Selandia Baru.

Baca Juga :  Temukan Kejanggalan Proyek Fiber Optik, Puluhan Pemuda Geruduk Kantor Kejari Bekasi

Pada periode 2016-2017, total pendapatan penjualan AMUL mencapai sekitar 4,1 miliar dollar AS. AMUL merupakan koperasi susu terbesar di India. Produk dari koperasi ini mampu bersaing dengan produk dari korporasi bahkan merambah pasar internasional.

Dari sisi konsumsi, penduduk India memiliki budaya yang kuat untuk minum susu, terutama susu segar (bukan susu bubuk atau susu kental). Susu dikonsumsi tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa bahkan dengan gelas besar.

Pada pagi hari, setiap warung biasanya menjual susu segar dalam kemasan plastik dan sudah ludes menjelang siang. Kebiasaan mereka tidak hanya minum susu segar (putih), tetapi juga untuk membuat teh (chai). Chai India mencampur teh bukan dengan susu bubuk, melainkan dengan susu segar.

Anak-anak India Selatan minum susu mawar dengan wajah bahagia. Foto: Lumenor.ai

Susu juga dibutuhkan oleh kelompok vegetarian yang tidak mengonsumsi telur, daging, dan ikan. Bagi mereka, susu merupakan salah satu sumber utama protein. Kelompok vegetarian di India cukup besar, sekitar 360 juta orang atau 30 persen dari total jumlah penduduk.

Cukup menarik ide Revolusi Putih untuk meningkatkan konsumsi susu di Tanah Air. Sebab, konsumsi susu di Indonesia masih rendah, sekitar 11 liter per kapita per tahun. Angka ini jauh di bawah rata-rata negara ASEAN sekitar 20 liter per tahun.

Ini bisa jadi akibat masih kuatnya persepsi di masyarakat bahwa “susu hanya untuk anak kecil” dan “susu mudah membuat tubuh menjadi gemuk”. Persepsi ini seharusnya diubah sehingga bisa mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi susu.

Bagi masyarakat Indonesia, susu bisa menjadi pelengkap sumber protein selain dari telur, daging, dan ikan.

Tidak ada salahnya juga memetik pelajaran dari Revolusi Putih di tanah Gandhi. Revolusi Putih yang menjadi kebanggaan India sangat menginspirasi dunia, bahkan sang perintis, Dr Kuriyen, menjadi Bapak Revolusi Putih India.

Kita bisa memetik pelajaran Revolusi Putih di India tidak hanya dari aspek konsumsi, tetapi juga dari sisi produksi. Bagaimana menggerakkan koperasi untuk meningkatkan produksi dengan memberdayakan masyarakat bawah (petani) hingga mampu mencapai kemandirian pangan (swasembada) bahkan bisa mengekspor produk ke luar negeri.

Beta Perkasa

Pelajar MA Economics di Bangalore University, Bangalore, India. PPI India (ppidunia.org)

 

(KOMPAS)

Berita Terkait

Diskusi Buku “Bebaskan Kami Berkontrasepsi”, Siap Edukasi Masyarakat Tentang Pentingnya Hak Kesehatan Reproduksi di Indonesia
Buka Dewan Nasional 2024, Ketum Suluh Perempuan Sampaikan Kenyataan Miris Dampak Perubahan Iklim Bagi Kaum Perempuan
Untuk Apa Makan Siang Gratis di Sekolah Bagi Semua Anak Setiap Hari?
Krisis Iklim ‘Tidak Netral Gender’ : PBB Menyerukan Agar Kebijakan Lebih Fokus Pada Perempuan
Dokter Anjurkan Tambal Gigi Meski Lubang Kecil
RS Premier Jatinegara Beri Layanan Perawatan Mata Komprehensif Lewat Eyecentric Clinic
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet
The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 09:43 WIB

Diskusi Buku “Bebaskan Kami Berkontrasepsi”, Siap Edukasi Masyarakat Tentang Pentingnya Hak Kesehatan Reproduksi di Indonesia

Sabtu, 10 Februari 2024 - 13:24 WIB

Untuk Apa Makan Siang Gratis di Sekolah Bagi Semua Anak Setiap Hari?

Sabtu, 10 Februari 2024 - 11:31 WIB

Belajar dari Revolusi Putih di India

Senin, 16 Oktober 2023 - 15:08 WIB

Krisis Iklim ‘Tidak Netral Gender’ : PBB Menyerukan Agar Kebijakan Lebih Fokus Pada Perempuan

Senin, 4 September 2023 - 20:50 WIB

Dokter Anjurkan Tambal Gigi Meski Lubang Kecil

Selasa, 11 Juli 2023 - 19:15 WIB

RS Premier Jatinegara Beri Layanan Perawatan Mata Komprehensif Lewat Eyecentric Clinic

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:36 WIB

Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Rabu, 29 Maret 2023 - 02:46 WIB

The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Berita Terbaru