Cerita Fesyen Desainer yang Wujudkan Mimpi Melalui “Papua Street Carnival 2023”

- Penulis

Sabtu, 8 Juli 2023 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kakak Yunike, fesyen desainer Papua Youth Creative Hub. Foto: Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf RI

Kakak Yunike, fesyen desainer Papua Youth Creative Hub. Foto: Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf RI

JAYAPURA, ADAKABAR.SITE – “Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”. Demikian pepatah mengatakan. Meskipun terdengar klise tapi ini ternyata berlaku bagi mereka yang percaya pada kekuatan mimpi, seperti Yunike, anak muda penuh bakat dari Papua.

Salah satu fesyen desainer Papua Youth Creative Hub, Kakak Yunike, menceritakan cita-citanya kepada Menparekraf Sandiaga Uno yakni diberikan kesempatan untuk bisa menghadirkan karnaval busana di Papua, cita-cita tersebut akhirnya menjadi kenyataan dengan digelarnya “Papua Street Carnival 2023” di area Kantor Gubernur Papua, Jumat (7/7/2023).

Perempuan muda yang akrab disapa Kakak Yunike ini adalah seorang fesyen desainer yang tergabung dalam komunitas Papua Youth Creative Hub (PYCH). Sebuah ruang kreativitas yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 21 Maret 2023.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yunike menceritakan awal mula tercetusnya ajang “Papua Street Carnival 2023”. Ketika dilaksanakan peresmian Gedung PYCH, Presiden Jokowi memasuki salah satu ruang pameran untuk melihat-lihat hasil karya para desainer muda Papua dan di sanalah Yunike berkesempatan berjumpa dan berbincang langsung dengan Presiden Jokowi.

Di tengah perbincangan itu, Yunike menyampaikan harapan yang selama ini menjadi cita-citanya kepada Presiden Jokowi. Yakni anak-anak muda Papua ingin diberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk bisa menghadirkan acara seperti Jember Fashion Carnaval. Salah satu perhelatan karnaval busana bergengsi di tanah air.

“Karena dari situ kami bisa memperkenalkan Papua dari sisi fesyen,” kata kakak Yunike.

Lalu apakah Presiden Joko Widodo mengabulkan keinginannya?

Harapan Kakak Yunike ternyata di respons dengan baik oleh Presiden Joko Widodo. Presiden kemudian memberikan arahan kepada Menparekraf Sandiaga Uno yang kala itu mendampinginya meresmikan PYCH. Impian untuk menyelenggarakan street carnival di Jayapura dalam beberapa bulan kedepan segera terwujud sebab arahan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Menparekraf Sandiaga.

Baca Juga :  Yayasan Mudra Swari Saraswati Tunjuk Laksmi Deneefe Suardana Sebagai Duta Festival

Dan hanya dalam waktu yang terbilang singkat atau kurang lebih tiga bulan setelah Presiden memberikan arahan, dengan bangga “Papua Street Carnival” sukses di gelar untuk pertama kalinya di area Kantor Gubernur Papua, pada Jumat (7/7/2023) pagi.

“Ini mimpi. Saya sangat menyukai fesyen. Selama ini saya hanya melihat dan mengikuti Jember Fashion Carnaval dari televisi. Dan hari ini kami diberikan kesempatan yang sama. Sehingga dari Papua Street Carnival kami semua bisa memperkenalkan Papua dari sisi yang berbeda, dari sisi fesyen. Inilah hasil karya kami,” kata Kakak Yunike yang tak kuasa menahan haru karena mimpi besarnya selama ini akhirnya terwujud.

Menurut Kakak Yunike total dari keseluruhan busana yang di desain oleh dirinya dan teman-teman di komunitas PYCH sebanyak 134 desain. Baik busana karnaval, mural, hingga ready to wear. Busana karnavalnya sendiri terinspirasi dari flora dan fauna endemik yang ada di tanah Papua.

Kakak Yunike pun berbagi cerita tentang tantangan terbesar ketika mengerjakan project untuk Papua Street Carnival. Yakni waktu yang diberikan sangatlah terbatas.

Kendati demikian, Kakak Yunike yang sebenarnya tidak memiliki latar belakang dan pengetahuan mengenai dunia fesyen secara formal, tetap semangat dan yakin. Selama ini ia hanya belajar secara otodidak, mengandalkan kecintaan dan mimpi-mimpinya untuk terus melangkah, sehingga berhasil memberikan karya-karya terbaik dalam parade busana Papua Street Carnival.

Baca Juga :  Kisah Eross Candra, Penulis Lagu ‘Bendera’ Yang Laris Diputar Saat Peringatan Tujubelasan

“Kami hanya diberikan waktu sebulan untuk mendesain seluruh pakaian. Terus terang kami beberapa pekan ini kurang tidur untuk menyelesaikan semua desain-desain di Papua Street Carnival,” ujarnya.

Meski demikian, kerja keras yang selama ini tercurahkan dalam desain fesyen berbuah manis. Presiden Jokowi beserta sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju yang hadir saat Papua Street Carnival takjub dengan hasil karya anak-anak muda Papua.

Bahkan Yunike mengaku sehari sebelum Papua Street Carnival digelar, ia mendapat undangan langsung dari Jember Fashion Carnaval untuk berkolaborasi dalam acara Jember Fashion Carnaval di tahun depan (2024) bersama dengan para desainer PYCH.

“Kami percaya ini adalah mimpi kami yang terwujud. Terima kasih Bapak Presiden, terima kasih Bapak Menparekraf yang telah mencintai kami anak-anak Papua. Dan besar harapan kami street carnival ini tidak hanya untuk hari ini. Semoga ini adalah awal untuk diadakan setiap tahunnya,” kata Yunike.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/ Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, saat bertemu dengan kakak Yunike beserta teman-teman desainer PYCH, Jumat (7/7/2023) berharap suatu saat Papua Street Carnival akan sejajar dengan karnaval-karnaval dunia lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, saat bertemu dengan kakak Yunike beserta teman-teman desainer PYCH, Jumat (7/7/2023). Foto: Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf RI

“Presiden menitipkan pesan kepada semua PYCH desainer untuk terus berkarya. Dan tahun depan siap-siap, karena ini akan dirancang lebih baik lagi melibatkan seluruh pihak. Dan kreasinya harus ditingkatkan,” kata Sandiaga.

(Kemenparekraf RI)

Berita Terkait

SEPULUH PENULIS Indonesia terpilih dalam PROGRAM EMERGING WRITERS ubud writers & readers festival 2024
Ubud Writers & Readers Festival Mengundang Penulis Pemula untuk Ikut Seleksi Program, Ini Syarat-syaratnya.
Perayaan 20 Tahun Ubud Writers And Reader’s Festval Bertabur Program Istimewa
Di Pertunjukan Tentang Bantargebang, Berderet Seniman Berekspresi Dalam ‘Kenduri Seni Nusantara 2023’
Yayasan Mudra Swari Saraswati Tunjuk Laksmi Deneefe Suardana Sebagai Duta Festival
Tari Cetik Kipas Melinting, Tarian Adat Sakral dari Lampung Yang Tampil di Detik-Detik Upacara HUT RI ke-78
Kisah Eross Candra, Penulis Lagu ‘Bendera’ Yang Laris Diputar Saat Peringatan Tujubelasan
Ada “Kapten Nova” di Pesta Film Keluarga Erasmus Huis
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 09:43 WIB

Diskusi Buku “Bebaskan Kami Berkontrasepsi”, Siap Edukasi Masyarakat Tentang Pentingnya Hak Kesehatan Reproduksi di Indonesia

Sabtu, 10 Februari 2024 - 13:24 WIB

Untuk Apa Makan Siang Gratis di Sekolah Bagi Semua Anak Setiap Hari?

Sabtu, 10 Februari 2024 - 11:31 WIB

Belajar dari Revolusi Putih di India

Senin, 16 Oktober 2023 - 15:08 WIB

Krisis Iklim ‘Tidak Netral Gender’ : PBB Menyerukan Agar Kebijakan Lebih Fokus Pada Perempuan

Senin, 4 September 2023 - 20:50 WIB

Dokter Anjurkan Tambal Gigi Meski Lubang Kecil

Selasa, 11 Juli 2023 - 19:15 WIB

RS Premier Jatinegara Beri Layanan Perawatan Mata Komprehensif Lewat Eyecentric Clinic

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:36 WIB

Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Rabu, 29 Maret 2023 - 02:46 WIB

The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Berita Terbaru