Iuran Tapera Belum Prioritas, Ketum Forum Kebangkitan Ojol Indonesia : Benahi Dulu Skema Kemitraan

- Penulis

Rabu, 5 Juni 2024 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

JAKARTA, ADAKABAR.SITE – Ketua Umum Forum Kebangkitan Ojol Indonesia (FKOI) Sultan Ardy menegaskan bahwa rencana pungutan iuran Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) yang juga akan diterapkan kepada para pengemudi ojek daring (ojol) belum menjadi prioritas karena masih ada banyak hal terkait skema kemitraan antara pengemudi ojol dengan perusahaan aplikator yang harus dibenahi.

Berdasarkan kebijakan Tapera terkini, ojek online dan kurir berpotensi wajib ikut Tapera. Tapera awalnya hanya diberlakukan untuk PNS dan ASN. Namun, setelah ada revisi, Tapera juga berlaku untuk pegawai BUMN, BUMD, TNI, Polri hingga pegawai swasta mencakup pekerja sektor informal dan freelance.

Baca Juga :  Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends

“Prioritas ojol saat ini bukan rumah walaupun memang iya kita butuh rumah, tapi benahi dulu itu aturan atau Undang Undang yang menjadi landasan hubungan kerja antara perusahaan aplikasi dengan pengemudi ojol,” tegas Sultan kepada ADAKABAR.SITE di Jakarta, Rabu (05/06/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika sudah ada kejelasan Undang Undang yang melindungi hubungan kerja ojol seperti penentuan tarif/argo, jaminan sosial (kesehatan, pensiun, dan ketenagakeraan) dan tunjangan hari raya keagamaan (THR), pemerataan order, penerimaan driver baru, baru kita bisa bicara perumahan, “imbuh Sultan.

Baca Juga :  Ubud Food Festival 2024 : Merayakan Kuliner Kaki Lima Indonesia

Sultan justru sangsi kalau Undang Undang sebagai payung hukum saja tidak bisa dipenuhi oleh pemerintah atas dasar apa mau tarik iuran Tapera kepada ojol.

“Kalau dipaksakan artinya pemerintah merampok hak rakyatnya tanpa memberikan kesejahteraan, “pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Harus Cabut Izin Aplikasi Gojek, Grab, Shopee, Maxim, Indriver Bila Tidak Memberikan THR Kepada Mitra Drivernya
Ubud Food Festival 2024 : Merayakan Kuliner Kaki Lima Indonesia
Hilirisasi, Pembangunan Berkelanjutan dan Penyelamatan Lingkungan
Reska Putri Praslita Sampaikan Dukungan KAI Logistik Untuk UMKM di Acara ‘Women Entrepreneurship’
Dari Guangzhou Auto Show, Kemudi Cerdas Bakal Jadi Tren Masa Depan
Pesan Ketum Suluh Perempuan Pada Diskusi Publik dan Workshop Kewirausahaan Perempuan
Driver Ojol Aksi 10 10, Tolak Rencana Aturan Jam Istirahat 30 Menit Tiap 2 Jam
Nasabah PNM Berdayakan Perempuan Lewat Batik Blora
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 09:43 WIB

Diskusi Buku “Bebaskan Kami Berkontrasepsi”, Siap Edukasi Masyarakat Tentang Pentingnya Hak Kesehatan Reproduksi di Indonesia

Sabtu, 10 Februari 2024 - 13:24 WIB

Untuk Apa Makan Siang Gratis di Sekolah Bagi Semua Anak Setiap Hari?

Sabtu, 10 Februari 2024 - 11:31 WIB

Belajar dari Revolusi Putih di India

Senin, 16 Oktober 2023 - 15:08 WIB

Krisis Iklim ‘Tidak Netral Gender’ : PBB Menyerukan Agar Kebijakan Lebih Fokus Pada Perempuan

Senin, 4 September 2023 - 20:50 WIB

Dokter Anjurkan Tambal Gigi Meski Lubang Kecil

Selasa, 11 Juli 2023 - 19:15 WIB

RS Premier Jatinegara Beri Layanan Perawatan Mata Komprehensif Lewat Eyecentric Clinic

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:36 WIB

Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Rabu, 29 Maret 2023 - 02:46 WIB

The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Berita Terbaru