Launching Buku ‘Perempuan Itu Berlawan’, Musdah Mulia: Saya Merasa Ada Lagi Kehidupan

- Penulis

Minggu, 28 Januari 2024 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Musdah Mulia (kiri) salah satu pembicara di acara peluncuran buku 'Perempuan Itu Berlawan' pada Sabtu (27/01/2024) di Jakarta. Foto: Adakabar.site

Prof. Musdah Mulia (kiri) salah satu pembicara di acara peluncuran buku 'Perempuan Itu Berlawan' pada Sabtu (27/01/2024) di Jakarta. Foto: Adakabar.site

JAKARTA, ADAKABAR.SITE – Suluh Perempuan sebuah organisasi yang konsen terhadap isu perempuan dan anak telah menerbitkan buku berjudul “Perempuan Itu Berlawan” sekaligus meluncurkannya pada Sabtu, 27 Januari 2024 di Café Liberdade, Lebak Bulus Jakarta Selatan.

Prof. Musdah Mulia yang jadi salah satu pembicara sore itu mengatakan sangat mengapresiasi terbitnya buku ini.

“Saya sangat mengapresiasi kerja-kerja peradaban ini karena menulis itu adalah kerja-kerja peradaban dan sangat tidak mudah, “ujar pendiri ICRP sekaligus aktifis HAM ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena itu kalau saya melihat ada buku yang diterbitkan dan diperbincangkan, saya merasa ada lagi kehidupan, karena kalau tidak menulis artinya kehidupan itu sudah selesai. Karena satu-satunya yang membedakan manusia dengan mahkluk lainnya kita ini menulis. Peradaban itu dimulai dari tulisan. Nah kalau ingin sesuatu itu abadi maka tulislah, “ajaknya penuh semangat.

Profesor Musdah memberi contoh Kartini, dimana yang membuat Kartini itu mampu mensosislaisasikan pikiran-pikirannya macam ketidakadilan, penindasan, ketertinggalan perempuan dimasanya disampaikannya dengan tulisan.

“Kalau dia (Kartini) tidak menulis maka pikiran-pirannya tidak dibaca orang dan tidak ada respon terhadap kegalauan yang dialaminya. Mungkin banyak perempuan yang mengalami seperti Kartini cuma bedanya Kartini menuliskannya, “imbuhnya.

Tokoh sezamannya Dewi Kartika misalnya, kenapa Kartini lebih dikenal karena Kartini menulis dalam bahasa dunia (bahasa Belanda). Itu benar-benar sebuah capaian yang luar biasa. Karena itu menulislah, “ajaknya kembali

Baca Juga :  Temukan Kejanggalan Proyek Fiber Optik, Puluhan Pemuda Geruduk Kantor Kejari Bekasi

Menurut Profesor Musdah menulis itu memang tidak gampang karena pertama-tama kita harus mampu melawan ketidakmampuan dalam diri kita dulu, kita harus menaklukkan diri kita dan meneguhkan diri bahwa kita mampu menulis.

“Biasanya perempuan itu menulis dan isinya perlawanan terhadap ketidakadilan, jarang perempuan menulis hal-hal yang nyaman karena pada umumnya perempuan itu selalu berada dalam posisi yang terpinggirkan, karena dunia sejak berabad-abad yang lalu menempatkan perempun pada posisi yang subordinat, jadi isi tulisannya itu kegalauan tentang ketidakadilan, tentang ketidaknyamanan, tentang perlakuan yang membedakan, diskriminasi, eksploitasi, tindak kekerasan itulah intinya, “tegas Profesor.

Profesor Musdah menambahkan bahwa buku ‘Perempuan Itu Berlawan’ sangat menarik karena buku ini adalah luapan dari pengalaman nyata.

“Juga ada fiksi tapi dari fiksi itu muncul dari hal-hal yang sebenarnya terjadi dalam masyarakat. Karena fiksi itu adalah dimana perempuan ingin menyampaikan yang sebenarnya terjadi di masyarakat, dia ingin menyampaikannya dalam cerita fiksi sehingga ia terlepas dari stigma, karena masyarakt kita itu kalau orang mengalami kegalauan mengalami subordinasi atau kekerasan bukannya ditolong tapi malah disyukurin, malah dinyinyirin, ‘salah sendiri kenapa mau’, ‘lho kok.. kenapa mau?’. Memangnya kita punya pilihan, karena tidak semua orang punya pilhan, “ungkapnya.

Baca Juga :  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Dibagian akhir paparannya Profesor Musdah berharap bahwa buku ini bukan hanya sekedar tulisan yang tertulis dalam buku kemudian nanti ditaruh di perpustakaan tapi buku ini harus bisa diperbincangkan dalam bentuk potcast, tiktok, karena kita sekarang sudah jadi masyarakat tiktok masyarakt potcast maka buku ini harus dikomunikasikan setiap hari. Suluh Perempuan setiap hari melalui akunnya membicarakan setiap judul-setiap isu yang ada di dalam buku ini untuk dibicarakan terus-menerus sampai betul-betul kekerasan itu hilang dari masyarakat.

Sebagai tambahan informasi peluncuran ‘Perempuan Itu Berlawan’ berlangsung dalam suasana akrab dan acara di respon oleh sekitar 20-an peserta yang hadir.

Bukunya sendiri memiliki tebal 182 halaman, menghadirkan 12 penulis antara lain Sri Andi Wulandari, Anis Machfudoh, Bella Afina, Dhany, Fen Budiman, Jurni Piereananta, Milla Joesoef, Rere Marselina, Rini Hartono, Rubi, Sandra Suryadhana dan Septianita Azalea.

Ide penerbitan buku ini berawal pada tahun 2019 dalam rangka memperingati 16 HAKTP  dan menjadi semacam dokumentasi dan refleksi perjuangan menolak kekerasan terhadap perempuan.

Selain Prof. Musdah Mulia hadir pula membahas buku artivis Dewi Nova, dan dr. Sandra Suryadana dari komunitas ‘Dokter Tanpa Stigma’. Juga Ayu Wulandaru sebagai moderator acara. (tp)

Berita Terkait

Diskusi Buku “Bebaskan Kami Berkontrasepsi”, Siap Edukasi Masyarakat Tentang Pentingnya Hak Kesehatan Reproduksi di Indonesia
Dewan Nasional Suluh Perempuan 2024, Olin Monteiro Beri Contoh Peran Perempuan Dalam Merawat Alam
Bahas ‘Perempuan Itu Berlawan’, Dewi Nova: Ini Buku Aksi dan Bisa Di TikTokan
Tantangan Pancasila Di Zaman Medsos
Prihatin Banyak Siswa Miskin Belum Dapat Sekolah Negeri, DKR Serukan Gubernur Untuk Intervensi
Penyanyi Andien Dirikan Sekolah Gratis untuk Warga Kampung Pemulung Jakbar
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 09:43 WIB

Diskusi Buku “Bebaskan Kami Berkontrasepsi”, Siap Edukasi Masyarakat Tentang Pentingnya Hak Kesehatan Reproduksi di Indonesia

Sabtu, 10 Februari 2024 - 13:24 WIB

Untuk Apa Makan Siang Gratis di Sekolah Bagi Semua Anak Setiap Hari?

Sabtu, 10 Februari 2024 - 11:31 WIB

Belajar dari Revolusi Putih di India

Senin, 16 Oktober 2023 - 15:08 WIB

Krisis Iklim ‘Tidak Netral Gender’ : PBB Menyerukan Agar Kebijakan Lebih Fokus Pada Perempuan

Senin, 4 September 2023 - 20:50 WIB

Dokter Anjurkan Tambal Gigi Meski Lubang Kecil

Selasa, 11 Juli 2023 - 19:15 WIB

RS Premier Jatinegara Beri Layanan Perawatan Mata Komprehensif Lewat Eyecentric Clinic

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:36 WIB

Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Rabu, 29 Maret 2023 - 02:46 WIB

The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Berita Terbaru