Stop Perang, Genosida dan Okupasi Israel Diatas Tanah Palestina

- Penulis

Sabtu, 11 November 2023 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Gerakan Buruh bersama Rakyat (GEBRAK) menyikapi genosida Israel di Jalur Gaza, Jumat (10/11/2023).
Foto: Istimewa

Aksi Gerakan Buruh bersama Rakyat (GEBRAK) menyikapi genosida Israel di Jalur Gaza, Jumat (10/11/2023). Foto: Istimewa

Menyikapi tindakan Genosida oleh militer Israel di Jalur Gaza, Gerakan Buruh bersama Rakyat (GEBRAK) mengecam perang, genosida dan penudukan serta dampaknya kepada para korban dan mendorong tindak lanjut Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB per 10 Oktober 2023 yang sudah bertekad untuk terus mendorong kedaulatan Palestina di kancah Internasional.

Konflik antara dua entitas ini timbul sejak Deklarasi Balfour pada 1917, di mana pendudukan yang semakin meluas dilakukan Israel diatas tanah Palestina yang kini hanya memiliki 22% wilayah, jalur Gaza dan Tepi Barat. Peperangan untuk memperebutkan wilayah kekuasaan berlangsung selama ratusan tahun menimbulkan kekerasan dan dampak yang meluas bagi rakyat sipil yang tidak terlibat dalam perang. Eskalasi konflik menjngkat sejak militan perjuangan pembebasan Palestina melakukan serangan pada 7 Oktober 2023 ke konser yang sedang digelar Israel di perbatasan-Gaza-Israel dan menewaskan lebih dari 1.000 orang serta 200 orang diculik. Serangan ini mendorong deklarasi serangan balik dari Israel yang diklaim sebagai act of self-defence sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB.

Akan tetapi, serangan ini nyatanya tidak sesuai dengan batasan-batasan self defence sebagaimana diatur dalam Hukum Humaniter Internasional. Sebab, jumlah korban mencapai 10,328 jiwa per 7 November 2023 jumlah tersebut termasuk 4,237 anak-anak dan masyarakat sipil yang tidak ikut serta dalam perang. Terlebih, penyerangan Israel balik ke Palestina menggunakan fosfor putih (white phosphorus) oleh Israel dalam operasi militer di Gaza menempatkan warga sipil pada risiko cedera serius dan jangka panjang. Padahal, penggunaan alutsista yang seringkali digunakan di pemukiman warga ini bertentangan dengan hukum internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun fakta tindakan genosida yang dilakukan oleh Israel tersebut tidak pula direspon oleh organisasi Internasional yang semakin menunjukan rapuhnya mekanisme internasional yang tidak dapat memberikan perlindungan dan proteksi kepada warga sipil di Palestina melalui mekanisme Hukum Internasional yang ada. Ditambah Lagi, keberpihakan negara adidaya lewat ditolaknya usulan resolusi gencatan senjata antara Israel dan Hamas oleh Dewan Keamanan PBB oleh negara-negara seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris. Dan disetujuinya bantuan militer oleh Amerika Serikat sejumlah 14,3 miliar dolar di tengah eskalasi konflik menambah deret panjang tindakan keji, tidak manusiawi, genosida kepada masyarakat sipil di Palestina.

Baca Juga :  Aktivis 98 Beri Mandat Kepada AMIN Untuk Menuntaskan Agenda Reformasi 1998
Aksi Gerakan Buruh bersama Rakyat (GEBRAK) menyikapi genosida Israel di Jalur Gaza, Jumat (10/11/2023). Foto: Istimewa

Rumpangnya beberapa tindakan internasional yang konkret seperti implementasi Rights to Protect (R2P) dari negara adikuasa kepada para korban yang terdampak, tindakan dan hukuman yang mengikat dari organisasi internasional seperti PBB dan Uni Eropa untuk embargo senjata antara pihak yang berkonflik melanggengkan kekerasan yang terus terjadi dari perang antara Palestina dan Israel.

Oleh karena itu, Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) mendesak Pemerintah Indonesia:

  1. Berperan aktif sebagai anggota Dewan HAM PBB untuk selalu menggiring kedaulatan Palestina dalam forum internasional dan berpegang teguh pada perspektif korban
  2. Bekerjasama dengan anggota Dewan HAM PBB lainnya dalam komunikasi intensif dengan Dewan Keamanan PBB untuk deeskalasi konflik serta gencatan senjata
  3. Menggunakan posisinya sebagai Dewan HAM PBB dalam mengecam segala tindakan yang represif seperti invasi Israel di jalur gaza melalui pengiriman aparat militer yang berlebih di kala kekerasan yang masih berlanjut
  4. Menggunakan posisinya sebagai Dewan HAM PBB untuk mendorong Dewan Keamanan PBB dalam menggunakan hak vetonya terhadap Amerika Serikat yang diduga berpotensi pada melanggengkan blokade akses bantuan ke masyarakat di Jalur Gaza
  5. Menggunakan posisinya sebagai Dewan HAM PBB dalam pencabutan blokade ilegal 16 tahun di Jalur Gaza oleh Israel
  6. Menindaklanjuti dampak serangan kepada korban dengan lembaga PBB yang berseberangan seperti WHO, UNICEF, UNWOMEN, dan organisasi internasional lainnya dalam pemberian bantuan langsung

Juga kepada entitas internasional untuk:

  1. Memastikan penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang sedang berlangsung terhadap situasi Palestina agar menerima dukungan penuh dan semua sumber daya yang diperlukan;
  2. Menghentikan shadow banning terhadap konten-konten berkaitan dengan konflik, yang merupakan bagian dari kebebasan berekspresi dan hak terhadap akses atas informasi oleh pihak-pihak yang berwenang seperti Meta dan lain sebagainya;
  3. Mendesak negara adikuasa untuk memberlakukan Responsibility to Protect (R2P) kepada para korban yang terdampak dan berpotensi untuk terdampak di masa depan;
  4. Mendesak pihak-pihak yang berwenang dalam eskalasi konflik Israel-Palestina untuk tunduk pada international humanitarian law termasuk 1949 Geneva Conventions dan 1977 protocols dimana seharusnya masyarakat sipil tidak boleh dijadikan target dan korban dari peperangan oleh pihak-pihak yang bersangkutan;
Baca Juga :  Ubud Food Festival 2024 : Merayakan Kuliner Kaki Lima Indonesia

Jakarta, 10 November 2023

Organisasi yang tergabung dalam aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK):

  1. Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI)
  2. Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI)
  3. Konfederasi Serikat Nasional (KSN)
  4. Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN)
  5. Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI)
  6. Jaringan Komunikasi Serikat Pekerja Perbankan (Jarkom SP Perbankan)
  7. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)
  8. Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID)
  9. Federasi Pelajar Indonesia (FIJAR)
  10. Sekolah Mahasiswa Progresif (SEMPRO)
  11. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta
  12. Kesatuan Pejuangan Rakyat (KPR)
  13. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)
  14. KRPI (Komite Revolusi Pendidikan Indonesia)
  15. FSBMM (Federasi Serikat Buruh Makanan & Minuman)
  16. FSPM (Federasi Serikat Pekerja Mandiri)
  17. FKI (Federasi Pekerja Industri)
  18. SPAI ( Serikat Pekerja Angkutan Indonesia)
  19. FMRM (Forum Masyarakat Rusunawa Marunda)
  20. WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia)
  21. GP (Greenpeace Indonesia)
  22. SEMAR UI (Serikat Mahasiswa Progresif Universitas Indonesia)
  23. TA (Trend Asia)
  24. AJI (Aliansi Jurnalis Independent)
  25. KONTRAS (Komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan)
  26. AMARTYA (Rumah Pengetahuan)
  27. BEM FH UPN VJ
  28. BEM STIH Jentera.

Narahubung: Sunarno, +62 812 8064 6029, Ihsan Kamil +62 856-9710-0396, Herman Abdul Rohman +62 822 1342 6109

Berita Terkait

Tingkatkan Gizi Anak dan Cegah Stunting Sejak Dini, Partai Prima Bagikan Susu Sehat Untuk Warga Jakarta
Realisasikan Program Prabowo Gibran, Partai Prima Jakarta Gelar Tebus Sembako Murah Kepada Warga Kurang Mampu
Debat Cawapres, Ketua Partai Prima Jakarta: Gibran Menang Meski ‘Diserang’
Tanggapi Debat Capres, Wakil Ketua TKD Prabowo Gibran Sumsel: Prabowo Tegas Tapi Tetap Santuy
Hadiri Nobar Debat Capres, Ketua Partai Prima Jakarta Puji Penampilan Lugas Prabowo
Resmikan Posko Rakyat Adil Makmur, PRIMA Sumsel Pastikan 60 Persen Kemenangan Prabowo Gibran
Pengukuhan TKD DKI Jakarta Wajibkan Menang Signifikan Satu Putaran Untuk Prabowo-Gibran
Setelah Jakarta, Giliran Bekasi Aksi Bela Palestina
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 09:43 WIB

Diskusi Buku “Bebaskan Kami Berkontrasepsi”, Siap Edukasi Masyarakat Tentang Pentingnya Hak Kesehatan Reproduksi di Indonesia

Sabtu, 10 Februari 2024 - 13:24 WIB

Untuk Apa Makan Siang Gratis di Sekolah Bagi Semua Anak Setiap Hari?

Sabtu, 10 Februari 2024 - 11:31 WIB

Belajar dari Revolusi Putih di India

Senin, 16 Oktober 2023 - 15:08 WIB

Krisis Iklim ‘Tidak Netral Gender’ : PBB Menyerukan Agar Kebijakan Lebih Fokus Pada Perempuan

Senin, 4 September 2023 - 20:50 WIB

Dokter Anjurkan Tambal Gigi Meski Lubang Kecil

Selasa, 11 Juli 2023 - 19:15 WIB

RS Premier Jatinegara Beri Layanan Perawatan Mata Komprehensif Lewat Eyecentric Clinic

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:36 WIB

Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Rabu, 29 Maret 2023 - 02:46 WIB

The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Berita Terbaru