Ubud Writers & Readers Festival Mengundang Penulis Pemula untuk Ikut Seleksi Program, Ini Syarat-syaratnya.

- Penulis

Rabu, 10 Januari 2024 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perempuan dengan laptop dan secangkir kopi. Foto:  https://siliconhaven.com

Ilustrasi perempuan dengan laptop dan secangkir kopi. Foto: https://siliconhaven.com

UBUD, BALI, ADAKABAR.SITE – Ubud Writers & Readers Festival (UWRF), salah satu festival sastra terbesar di Asia Tenggara yang diselenggarakan setiap tahun di Ubud, Bali, baru saja mengumumkan seleksi terbuka untuk program emerging writers (penulis pemula) UWRF 2024.

Untuk seleksi terbuka program ini, tim festival menerima pengiriman karya berupa cerita pendek yang mengandung nilai-nilai lokalitas atau kearifan lokal dari berbagai penulis di seluruh Indonesia, yang kemudian akan diseleksi oleh dewan kurator beranggotakan para sastrawan dan akademisi sastra Indonesia.

UWRF mendefinisikan emerging writer atau penulis pemula sebagai penulis yang masih muda dalam karya (belum pernah menerbitkan lebih dari 2 buku), atau muda dalam usia (di bawah 35 tahun). Adapun hasil seleksi akan diumumkan pada 30 April 2024 di ubudwritersfestival.com.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut ini adalah syarat dan ketentuan untuk program emerging writers UWRF 2024:

Ketentuan Umum:

  1. Karya berupa cerita pendek (cerpen)
  2. Mengirimkan 3 cerita pendek terbaik.
  3. Karya yang dikirim mengandung nilai-nilai lokalitas atau kearifan lokal, serta kebaikan-kebaikan yang ditemukan dalam masyarakat Indonesia.
  4. Karya yang dikirim mengandung nilai-nilai lokalitas atau kearifan lokal.
  5. Karya belum pernah dipublikasikan dalam bentuk buku cetak, E-Book, dan atau platform digital.
  6. Karya tidak sedang diikutkan dalam seleksi serupa.
  7. Karya ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik.
  8. Cerpen adalah karya asli, bukan saduran, dan bukan jiplakan.
  9. Pengumpulan karya paling lambat Kamis, 29 Februari 2024, Pukul 23:59 WITA.
Baca Juga :  Ada “Kapten Nova” di Pesta Film Keluarga Erasmus Huis

Ketentuan Khusus:

  1. Panjang setiap karya maksimal 3000 kata, ukuran halaman A4, spasi 1,5 huruf Times New Roman dengan ukuran 12.
  2. Karya dikirim dalam satu file format pdf, dengan nama: judul karya pertama_UWRF24 (Contoh: Kembali ke Ubud_UWRF24).
  3. Peserta adalah Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan melampirkan foto KTP atau tanda pengenal lainnya.
  4. Tidak mencantumkan nama penulis dalam cerita pendek yang dikirim.
  5. Biodata dicantumkan pada file terpisah.

Lain-lain:

  1. Penulis Emerging UWRF adalah penulis muda dalam karya (belum mempublikasikan lebih dari 2 buku) atau muda dalam usia (maksimal 35 tahun).
  2. Hak cipta naskah sepenuhnya milik penulis.
  3. Panitia memiliki hak untuk menerjemahkan serta menerbitkan karya-karya yang terkurasi ke dalam antologi dwibahasa tahunan festival.
  4. Keputusan Dewan Kurator tidak dapat diganggu-gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.
  5. Dewan Kurator terdiri atas sastrawan dan akademisi sastra.
  6. Penulis yang lolos akan dipilih berdasarkan kekuatan karakter, bahasa, dan gaya bercerita yang kreatif.
  7. Para Pemenang akan diumumkan melalui website ubudwritersfestival.com

Sejak 2022, program emerging writers UWRF mengkhususkan pada karya berupa cerita pendek, setelah pada tahun-tahun sebelumnya program ini menerima karya-karya dalam bentuk puisi dan esai kritik sastra. Alasan mengapa dalam tahun-tahun terakhir, pemilihan karya emerging writers UWRF dibatasi hanya dalam bentuk cerita pendek, karena prosa dianggap sebagai bentuk terbaik untuk mengukur keterampilan menulis seorang sastrawan pemula. Karya puisi dapat terjebak dalam bentuk-bentuk eksperimentasi yang mutunya sulit diukur dengan parameter baku.

Baca Juga :  Hilirisasi, Pembangunan Berkelanjutan dan Penyelamatan Lingkungan

Program emerging writers yang digagas oleh UWRF bertujuan untuk mengembangkan bakat-bakat baru penulis Indonesia. Oleh karena itu, selain menerjemahkan karya-karya para penulis yang terpilih dan menerbitkan tulisan mereka dalam sebuah antologi dwibahasa tahunan, UWRF juga akan mengundang mereka hadir di festival di Ubud, Bali, yang menawarkan sebuah kesempatan bagi mereka untuk tampil di sesi-sesi festival, bertemu dan berjejaring dengan berbagai penulis lokal dan mancanegara, sekaligus turut serta dalam berbagai masterclass atau lokakarya yang diselenggarakan selama festival berlangsung.

Salah satu buku yang telah diterbitan Ubud Writers & Readers Festival. Foto: Ubud Writers & Readers Festival

“Program emerging writers ini sungguh mengubah hidup para pesertanya,” ujar Pendiri dan Direktur UWRF Janet DeNeefe. “Kebanyakan dari mereka bahkan belum pernah keluar dari daerah asal mereka dan untuk pertama kalinya, mereka dapat bertemu dengan sesama penulis dari dalam maupun luar negeri, sambil mengikuti banyak program-program pengembangan kreativitas saat festival berlangsung di Ubud, Bali.”

“Banyak sekali penulis yang sangat berbakat dari berbagai penjuru Indonesia, yang sayangnya belum mendapatkan kesempatan untuk tampil karena tidak memiliki koneksi atau akses yang cukup. Program penulis emerging UWRF ini harus menjadi wadah untuk bisa menemukan bakat-bakat luar biasa tersebut,” Manajer Program Indonesia UWRF Gustra Adnyana menambahkan. (tp)

Berita Terkait

SEPULUH PENULIS Indonesia terpilih dalam PROGRAM EMERGING WRITERS ubud writers & readers festival 2024
Perayaan 20 Tahun Ubud Writers And Reader’s Festval Bertabur Program Istimewa
Di Pertunjukan Tentang Bantargebang, Berderet Seniman Berekspresi Dalam ‘Kenduri Seni Nusantara 2023’
Yayasan Mudra Swari Saraswati Tunjuk Laksmi Deneefe Suardana Sebagai Duta Festival
Tari Cetik Kipas Melinting, Tarian Adat Sakral dari Lampung Yang Tampil di Detik-Detik Upacara HUT RI ke-78
Kisah Eross Candra, Penulis Lagu ‘Bendera’ Yang Laris Diputar Saat Peringatan Tujubelasan
Ada “Kapten Nova” di Pesta Film Keluarga Erasmus Huis
Keseruan Dongeng Kak Ardy, Hadirkan Keceriaan di Banyak RPTRA dan Sekolah se-Jabodetabek
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 09:43 WIB

Diskusi Buku “Bebaskan Kami Berkontrasepsi”, Siap Edukasi Masyarakat Tentang Pentingnya Hak Kesehatan Reproduksi di Indonesia

Sabtu, 10 Februari 2024 - 13:24 WIB

Untuk Apa Makan Siang Gratis di Sekolah Bagi Semua Anak Setiap Hari?

Sabtu, 10 Februari 2024 - 11:31 WIB

Belajar dari Revolusi Putih di India

Senin, 16 Oktober 2023 - 15:08 WIB

Krisis Iklim ‘Tidak Netral Gender’ : PBB Menyerukan Agar Kebijakan Lebih Fokus Pada Perempuan

Senin, 4 September 2023 - 20:50 WIB

Dokter Anjurkan Tambal Gigi Meski Lubang Kecil

Selasa, 11 Juli 2023 - 19:15 WIB

RS Premier Jatinegara Beri Layanan Perawatan Mata Komprehensif Lewat Eyecentric Clinic

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:36 WIB

Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Rabu, 29 Maret 2023 - 02:46 WIB

The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Berita Terbaru